PBNU: Hilal Susah Dilihat,1 Syawal Jatuh Hari Rabu

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj,
menjadi pembicara pada Konferensi
Sufi Dunia di Jakarta Pusat , Sabtu
(/16/07/2011)


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) memperkirakan kemungkinan besar perayaan Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal 1423 Hijriah akan dilaksanakan pada hari Rabu (31/8/2011). Hal itu dilontarkan karena sampai dengan saat ini PBNU belum sama sekali melihat hilal (bulan mati) pertanda masuknya hari terakhir bulan Ramadhan. "NU berpatokan ke hadis Juklak, berpuasalah karena kamu melihat bulan, jadi dilihat ada atau tidak bulannya,kelihatan atau tidak bulannya,"ujar Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj saat ditemui di sela-sela acara Mudik Bareng Pengurus PBNU di Kantor PWNU Jakarta, Sabtu(27/8/2011). Dengan perkiraan tersebut, menurut Said Agil kemungkinan besar NU akan berbeda saat merayakan Lebaran dengan Muhammadiyah. "Kemungkinan besar kita akan berbeda dengan Muhammadiyah,"jelasnya. Lebih jauh Said Agil menambahkan, saat ini posisi hilal (bulan mati) berada pada posisi kurang dari dua derajat. Atas posisi hilal itu, nihil kemungkinannya dapat terlihat untuk kemudian diambil keputusan untuk menentukan jatuhnya 1 Syawal 1423 Hijriah. "Perhitungan hisab kurang dari dua derajat, siapapun dengan posisi itu tidak ada yang bisa melihat,"jelas Said Agil. Meski begitu, Said Agil mengatakan kemungkinan merayakan Lebaran secara bersamaan dengan Muhammadiyah pada Selasa(30/8/2011) mendatang tetap terbuka. "Siapa tahu nanti kelihatan, jadi bisa Lebaran bersama-sama," sergahnya.
Back To Top