Aplikasi Blokir Konten Karya Tiga Siswa SMP

Jakarta, KOMPAS.com - Sebagian besar aplikasi atau sistem pemblokir konten
ilegal (misalnya yang berbau asusila,
perjudian, dan kata-kata umpatan) saat ini
berbasiskan alamat URL. Ini menyulitkan
sebab ada begitu banyak alamat URL yang
ada sehingga untuk memblokirnya, pengguna harus memasukkannya satu per
satu. Ini sangat tidak efisien dan mudah
kecolongan.

Inilah yang mengilhami tiga pelajar SMP
Intan Permata Hati Surabaya, yaitu Darren
Limantara, Yeremia Evian, dan Michelle
Crystalia menciptakan aplikasi blokir
konten bernama Suroboyo. Mereka
memamerkannya di ajang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2011 yang berlangsung
tanggal 4-5 Oktober 2011 di Jakarta
Convention Center.

Dalam ajang karya cipta inovasi digital ini,
pengunjung bisa melihat langsung aplikasi
ini bekerja. "Berbeda dengan aplikasi
blokir biasa yang berbasis URL yang kami
ciptakan adalah aplikasi blokir yang
berbasis teks," jelas Darren. Jika pengguna akan menggunakan aplikasi ini, tinggal
install dan kemudian menginput teks yang
terkait dengan konten yang ingin diblokir.

Semua konten yang terkait dengan teks
tersebut akan otomatis tak bisa diakses.
Contoh saja, jika ingin memblokir konten
pornografi, bisa menginput kata "sex".
Dengan sendirinya, situs-situs yang terkait
dengan kata tersebut takkan bisa dibuka. Namun demikian, pengguna juga bisa
mengatur agar teks tersebut berlaku
kontekstual, misalnya bisa tetap
mengakses konten ilmiah berkaitan
dengan "sex" dalam makna biologi.

Darren menambahkan, "Dengan aplikasi
ini, misalnya ada yang berusaha membuka
situs atau konten tertentu, maka akan ada
screen capture-nya. Jadi bisa menjadi bukti
dan kita bisa melihat apakah sengaja
mengakses konten itu atau tidak. Supaya, misalnya nanti dipakai oleh guru di
sekolah, gurunya tidak salah memberi
hukuman". Saat ini, Suroboyo baru bisa
digunakan di PC berbasis Windows.
Namun, Darren mengatakan bahwa tak
menutup kemungkinan aplikasi ini dikembangkan di platform Linux dan
MacOS.

Dengan aplikasi ini, pengguna bisa
memblokir konten pornografi, kata-kata
umpatan, jejaring sosial, dan konten
perjudian. Suroboyo sangat cocok dipakai
oleh orang tua, kalangan guru maupun staf
kantor yang bertugas memblokir konten Internet. Kabar gembiranya, Darren
mengatakan, "Aplikasi ini free dan akan
selalu free. Ini juga sudah full version.
Orang yang akan menggunakannya bisa
men-download di http://suroboyo.tk "

Tentang nama Suroboyo, Darren punya
cerita sendiri. "Selama ini kan Surabaya
dikenal sebagai kota dengan Dolly,
lokalisasi (red light district) terbesar di
Asia Tenggara. Lewat aplikasi ini, kita
ingin menunjukkan bahwa Surabaya itu juga cinta dengan yang baik-baik. Oleh
karena itu, kita namakan aplikasi ini
Suroboyo, supaya citra Surabaya
berubah," jelas Darren.
Back To Top